IKMP, Sampaikan Permohonan Maaf Wakili Warga Yang Bobol Rumah Janda Ngaku Ponakan Bupati Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya warga desa Talang Arah Kecamatan Putri Hijau Bengkulu Utara berinisial Aan (34), yang melakukan pembobolan jendela rumah salah satu janda ASN Pemkab Bengkulu Utara bernama Yuli, yang telah mengaku sebagai ponakan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, diduga demi untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum. Ikatan Keluarga Masyarakat Pekal (IKMP) Kabupaten Bengkulu Utara, menegaskan permohonan maaf atas pengakuan salah seorang warga pekal tersebut kepada Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an. Hal ini di sampaikan, oleh Sekretaris IKMP Bengkulu Utara Ibnu Majah,

“Kami atas nama keluarga Besar IKMP Bengkulu Utara dan juga keluarga besar Ansori, yang mengaku ponaan Bupati, mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pak Mi’an. Sebab, setelah kami adakan rapat kecil bersama Pengurus IKMP dan juga kami telusuri kejadiannya, mulai dari awal sampai ke Polres Bengkulu Utara, bahwa Ansori tersebut mengaku bersalah, dan permasalahan dengan rumah yang di masuki Ansori warga Lubuk Sahung sudah selesai dan sudah berdamai, serta denda adat juga sudah di bayar. Sehingga, permasalahan ini dinilai sudah selesai,” kata pria yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Datar Ruyung ini.

Lebih jauh Ibnu Majah menegaskan, terkait adanya pemberitaan pengakuan warganya yang mengaku ponakan bupati, ia menandaskan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki hubungan apapun dengan Bupati dan keluarganya. Ia mengakui kesalahan, bahwa ucapan itu tidak sengaja tersebutkan lantaran panik karena dihadapkan oleh orang banyak dan sempat di bawa ke Mapolres Bengkulu Utara.

“Ia mengaku ponakan bupati karena panik, apa yang ia ucap itu tidak tahu, karena ia merasa bersalah terhadap masuknya rumah janda warga Lubuk Sahung tersebut. Ya, kami sudah menanyakan langsung sama ansori, ia mengaku salah dan menyampaikan permohonan maaf,”bebernya.

Dengan pernyataan klarifikasi ini, pihaknya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada bupati atas apa yang telah terjadi. Dalam hal ini, pihaknya yakin bupati bisa memaafkan salah satu anggota keluarganya tersebut. Ia pun berharap, dengan adanya kejadian ini yang bersangkutan mendapatkan pengalaman dan berbenah diri.

“Semoga dengan kejadian ini, ia dapat berbenah diri dan menjadikan kejadian ini pengalaman,” imbuhnya.

Mengenai, kelakuannya memasuki rumah janda warga desa Lubuk Sahung, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Saat ini, yang bersnagkutan mnegaku khilaf dan sejauh ini pihaknya sudah mengingatkan yang bersangkutan, dan sudah siap menghadapi semua konsekwensi yang ada.

“Sangsi sudah di lakukan oleh warga Lubuk Sahung, bayar Denda adat dan Punjung serta doa. Doa informasi yang kami terima hari Minggu. Dan denda adat, ia terhadap kesalahannya dengan warga Lubuk Sahung, susah dibayar. Mengenai, sangsi di adat Pekal sedang kami bahas,” demikian Majah.

Baca :

Merasa Dirugikan, Mi’an Tegaskan Yang Ngaku Ponakan Bobol Rumah Janda, Bukan Keluarganya

Ngaku Ponakan Bupati Bengkulu Utara, Warga Talang Arah Dipergok Masuki Rumah Janda Lewat Jendela

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment